Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Tragedi Sisingaan Maut di Cikarang
ESSENSI.ID – Kepolisian mulai mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam insiden yang merenggut nyawa tiga kru kesenian Sisingaan Alan Grup Dewa Tarompet asal Kabupaten Subang di Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Selasa (2/6).
Sejumlah pihak kini dimintai keterangan guna mengungkap penyebab pasti peristiwa yang diduga berkaitan dengan kabel listrik yang menggantung rendah di lokasi kejadian.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengatakan pihaknya telah bergerak melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Menurutnya, aspek keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam penanganan kasus tersebut.
“Ya, kami kan sudah berkoordinasi juga ya dengan manajer PLN yang ada di Kabupaten Bekasi terkait dengan kejadian ini, selain juga kami meminta keterangan masing-masing pihak, baik itu dari pemilik acara, pemilik sisingaannya, kemudian dari pihak PLN juga ya terkait dengan kabel tersebut,” kata Sumarni, Kamis (4/6).
Ia mengakui masih terdapat sejumlah titik di Kabupaten Bekasi yang memiliki kabel utilitas dengan posisi rendah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Karena itu, kepolisian meminta pihak PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan kabel yang dinilai semrawut dan berisiko menimbulkan kecelakaan serupa di kemudian hari.
“Iya di beberapa tempat saya pernah melihat lah ya, makanya kita berkoordinasi dengan pihak PLN untuk bisa merapihkan lah, merapihkan, melihat, jangan sampai ada yang membahayakan masyarakat. Saya sudah menghubungi pihak PLN untuk memberikan perhatian terhadap hal ini, menertibkan, bisa menertibkan ya, kabel-kabel yang menjuntai supaya tidak membahayakan warga masyarakat,” tegas Kapolres.
Selain itu, Sumarni juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menggelar kegiatan di jalan umum, khususnya yang menggunakan perlengkapan atau konstruksi dengan ukuran tinggi yang berpotensi bersentuhan dengan jaringan listrik.
“Oleh karena itu kami juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang apa namanya, melebihi over volume ya, agar tidak terjadi hal-hal yang fatal seperti ini,” tambahnya.
Di sisi lain, pimpinan Alan Grup Dewa Tarompet, Sudirman, menilai penataan jaringan kabel udara di Kabupaten Bekasi perlu mendapat perhatian serius. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan Kabupaten Subang yang selama ini menjadi daerah asal kelompok keseniannya.
Menurut Sudirman, di wilayah Subang, baik di kawasan perkampungan maupun perkotaan, posisi kabel udara umumnya berada pada ketinggian yang aman untuk aktivitas arak-arakan kesenian tradisional di jalan.
Sebaliknya, kondisi di Kabupaten Bekasi dinilai masih banyak ditemukan kabel yang menggantung rendah meski berada di ruas jalan utama.
“Nah itu evaluasi juga lah buat teman-teman semuanya gitu. Karena perlu diketahui ini nyambung nih antara Bekasi dan Subang. Subang itu enggak ada istilahnya di jalan-jalan yang gini, kabelnya ini jauh-jauh (tinggi). Kalau di Kabupaten Bekasi pendek-pendek, jalan besar tapi pendek-pendek,” keluh Sudirman saat ditemui di Mapolsek Cikarang Utara.
Meski demikian, Sudirman menyatakan pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih untuk tidak menempuh jalur tuntutan hukum.
“Alhamdulillah ketika didatangkan dari pihak korban, korban mengatakan bahwa kejadian ini merupakan suatu musibah, kecelakaan. Dan tidak akan menuntut. Saya sendiri sudah ikhlas menerima dan tidak ada paksaan tekanan dari pihak manapun. Dan kemudian ya saya dan pihak korban mengucapkan terima kasih juga kepada Polsek dari Cikarang Utara yang sudah memfasilitasi tentang musyawarah mempakat ini,” kata Sudirman.
Ketiga korban yang meninggal dunia telah dimakamkan di kampung halamannya masing-masing pada Rabu (3/6). Sementara dua korban lainnya yang sempat menjalani perawatan akibat tersengat listrik kini berangsur pulih dan telah kembali ke Subang untuk menjalani rawat jalan.
“Dua orang sudah pulang ke Subang dirawat jalan sedang proses penyembuhan,” pungkas Sudirman.

