Kapolsek Gondomanan Pimpin Pengamanan Campoer Seni Festival 2026
ESSENSI.ID – Polsek Gondomanan mengerahkan personel untuk mengamankan pelaksanaan Campoer Seni Festival (CS Fest) 2026 yang digelar di Gedung Militaire Societiet, Taman Budaya Yogyakarta, selama dua hari, Senin (13/7/26) hingga Selasa (14/7/26).
Kapolsek Gondomanan AKP Basungkawa, S.H., M.H. memimpin langsung pengamanan festival bertema “Wildflower Concrete” yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Campoer Seni Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).
Festival tersebut menjadi ajang apresiasi karya sekaligus ruang aktualisasi mahasiswa dari lima divisi seni, yakni tari, musik, seni rupa, fotografi, dan modeling.
Kegiatan dihadiri sekitar 300 penonton yang terdiri atas sivitas akademika, komunitas seni, dan masyarakat umum.
Ketua Panitia Pelaksana, Ersa Dwi Marwansa, mengatakan tema “Wildflower Concrete” dipilih sebagai simbol semangat kreativitas mahasiswa yang tetap tumbuh di tengah berbagai keterbatasan.
Sementara Ketua Umum UKM Campoer Seni, Nanda Surya Pramesti, menyebut festival ini merupakan hasil dedikasi dan kolaborasi seluruh anggota dalam menjaga eksistensi seni di Yogyakarta.
Selama dua hari, festival menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari lokakarya, pertunjukan tari lintas genre, pameran seni, artist talk, peragaan busana, penampilan bintang tamu musik Pathetic Valentine, hingga pemberian penghargaan kepada karya-karya terbaik.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, personel Polsek Gondomanan disiagakan di sejumlah titik, mulai dari pintu masuk, area galeri, hingga panggung utama.
Kapolsek Gondomanan AKP Basungkawa mengatakan kehadiran kepolisian bertujuan memberikan rasa aman sekaligus mendukung kegiatan positif yang digagas mahasiswa.
“Kami hadir untuk memimpin pengamanan dan pemantauan jalannya Campoer Seni Festival 2026 ini. Kegiatan tersebut merupakan wadah aktualisasi diri dan ajang unjuk karya mahasiswa yang sangat positif,” ujar AKP Basungkawa.
Ia menambahkan, tingkat kerawanan selama pelaksanaan festival tergolong rendah karena jumlah pengunjung masih dalam batas yang terkendali. Meski demikian, personel kepolisian tetap bersiaga hingga seluruh rangkaian acara selesai.
“Mengingat lokasi kegiatan berada di dalam kompleks Taman Budaya Yogyakarta dan jumlah penonton yang datang cukup terkontrol sekitar 300 orang, tingkat kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berada dalam kategori rendah. Meski demikian, petugas tetap bersiaga hingga acara selesai malam nanti agar seluruh rangkaian berjalan dengan tertib dan lancar,” katanya.

