Harga Material Melonjak, Pemkab Bekasi Kebut Proyek Infrastruktur Agar Tak Mangkrak
ESSENSI.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan seluruh proyek pembangunan yang telah direncanakan pada Tahun Anggaran 2026 dapat segera memasuki tahap pelaksanaan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan material konstruksi yang berpotensi memengaruhi realisasi sejumlah pekerjaan fisik di daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, usai memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Evaluasi di Ruang Rapat Raden Ma’mun Nawawi, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (17/6/2026).
Dalam rapat tersebut, seluruh perangkat daerah diminta mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan pada semester kedua tahun anggaran berjalan.
Percepatan dinilai penting agar target pembangunan tetap tercapai meskipun terjadi perubahan kondisi ekonomi yang berdampak pada biaya pelaksanaan proyek.
Menurut Asep, berbagai proyek infrastruktur yang telah direncanakan harus tetap berjalan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan jalan, jembatan, hingga fasilitas pelayanan publik lainnya.
“Pembangunan harus berjalan, tidak bisa berhenti. Karena itu saya minta seluruh perangkat daerah segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar kegiatan yang sudah direncanakan dapat direalisasikan,” tegas Asep Surya Atmaja dengan nada tajam di Cikarang Pusat, Rabu.
Ia mengakui kenaikan harga sejumlah komponen dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) berpotensi memengaruhi volume pekerjaan. Namun demikian, penyesuaian dinilai lebih baik dibandingkan menghentikan proyek yang telah direncanakan.
Untuk mengantisipasi dampak kenaikan biaya tersebut, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diminta segera melakukan pemetaan, evaluasi, dan perhitungan ulang terhadap kebutuhan anggaran.
Langkah ini diperlukan agar penyesuaian yang dilakukan tetap sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun hukum.
Selain itu, Asep juga menekankan pentingnya percepatan proses administrasi dan pengadaan. Seluruh tahapan yang masih berjalan diminta dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga pekerjaan fisik tidak mengalami keterlambatan.
“Saya ingin per 1 Juli pembangunan sudah mulai berjalan. Jangan sampai terlalu lama tertahan. Kalau memang perlu dilakukan penyesuaian sesuai ketentuan, segera diselesaikan agar program yang sudah direncanakan bisa segera dilaksanakan,” tandasnya mengunci instruksi.
Melalui percepatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap program pembangunan tetap dapat terealisasi sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun dihadapkan pada tantangan kenaikan harga bahan baku maupun kondisi ekonomi yang dinamis.

