ESSENSI.ID – Insiden kecelakaan maut yang melibatkan mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Aren Jaya II, Bekasi Timur, memicu sorotan serius dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI). Lembaga tersebut mendesak adanya audit menyeluruh terhadap sistem operasional program distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua BPKN RI, Prof. Dr. H. Muhammad Mufti Mubarok, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) SPPG yang dinilai memiliki sejumlah kelemahan dalam pengawasan dan pelaksanaan di lapangan.

Menurut Mufti, peristiwa yang menewaskan seorang warga tersebut tidak bisa dianggap sebagai kecelakaan lalu lintas biasa. Ia menilai tragedi itu menjadi alarm serius terkait sistem distribusi program MBG yang seharusnya sudah memiliki pengawasan lebih ketat karena telah berjalan memasuki tahun kedua.

“Harapan kita, MBG harus sangat hati-hati karena ini sudah memasuki tahun kedua. Mestinya SOP nya semakin ketat,” ujar Mufti.

BPKN juga menyoroti dugaan tumpang tindih pekerjaan terhadap petugas operasional di dapur SPPG. Sopir distribusi disebut diduga ikut terlibat dalam aktivitas produksi makanan pada malam hari sebelum kembali bekerja mengantar distribusi keesokan harinya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kelelahan ekstrem saat berkendara.

“Tidak boleh ada tugas lain. Kalau mereka ikut masak malam hari lalu mengantar pagi atau siangnya dalam kondisi mengantuk, itu sangat berbahaya,” tegas Mufti.

BPKN RI meminta adanya sanksi tegas terhadap pihak yang dinilai lalai, termasuk evaluasi terhadap kelayakan operasional SPPG Aren Jaya. Audit terhadap sistem kerja, armada distribusi, hingga standar keselamatan kerja disebut harus segera dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sebelumnya, kecelakaan terjadi di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (12/5/2026). Mobil distribusi SPPG dilaporkan hilang kendali dan menabrak sejumlah pedagang di pinggir jalan. Insiden tersebut menyebabkan seorang pedagang gorengan meninggal dunia serta dua korban lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis, sementara aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan dan kelayakan kendaraan operasional yang digunakan.