Buruh Bekasi Bakal Kelola Lahan Kosong untuk Ketahanan Pangan
ESSENSI.ID – Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) akan dilibatkan dalam program ketahanan pangan yang diinisiasi Polres Metro Bekasi. Program ini disiapkan untuk membuka peluang penghasilan tambahan bagi para buruh, khususnya pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Koordinator Aliansi BBM Bekasi Raya, Sarino mengatakan pembahasan terkait program tersebut mencuat saat audiensi dengan Kapolres Metro Bekasi beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, para buruh diajak membangun kerja sama produktif melalui pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya ketahanan pangan.
“Kemarin Ibu Kapolres mengundang audiensi dengan Aliansi BBM membahas terkait ketahanan pangan. Jadi ada beberapa program atau teknis yang ke depannya dilakukan kerja sama dengan teman-teman buruh bersama Polres Metro Bekasi,” kata Sarino, Kamis (21/5).
Sarino menjelaskan, salah satu titik yang disiapkan berada di area Rumah Buruh. Di lokasi tersebut terdapat lahan kosong milik Pemerintah Kabupaten Bekasi yang dinilai cukup potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan budidaya.
“Kita sounding juga soal Rumah Buruh. Karena ada lahan kosong yang cukup luas milik Pemda Kabupaten Bekasi. Ke depan coba dimanfaatkan untuk kolam budidaya ikan, budidaya ayam petelur dan lainnya,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan buruh dalam program itu menjadi langkah positif agar pekerja memiliki aktivitas produktif di luar sektor industri. Selain itu, program ketahanan pangan juga diharapkan dapat membantu para buruh menghadapi tekanan ekonomi jika sewaktu-waktu terkena PHK.
“Artinya teman-teman buruh di Kabupaten Bekasi nantinya diajak juga menjaga ketahanan pangan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengapresiasi kehadiran para perwakilan buruh dan mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membangun program produktif yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pekerja terdampak PHK.
Menurut Sumarni, kolaborasi antara Polres Metro Bekasi dan Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) diharapkan mampu mendukung ekosistem rantai pasok SPPG sekaligus memperkuat program ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi.
“Kami ingin Polres Metro Bekasi dan Aliansi Buruh Bekasi Melawan dapat berkolaborasi membantu ekosistem rantai pasok SPPG di Kabupaten Bekasi. Mari bersama-sama menyiapkan lahan dan membuat kolam ikan sebagai bagian dari program ketahanan pangan,” ujar Sumarni.
Selain pengembangan budidaya ikan, Polres Metro Bekasi juga membuka peluang usaha lain seperti budidaya ayam petelur hingga pembentukan bank sampah yang dinilai mampu memberikan nilai ekonomi tambahan bagi para buruh.
Program tersebut, lanjut Sumarni, tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi alternatif sumber penghasilan tambahan bagi kalangan pekerja.
“Program ini bisa menjadi sampingan untuk teman-teman buruh dan juga menumbuhkan kreativitas menjadi entrepreneur. Ini juga dapat menjadi payung cadangan apabila terjadi PHK terhadap teman-teman buruh, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan perekonomian apabila terjadi permasalahan ketenagakerjaan dalam kehidupan mereka,” tandasnya.

