Rupiah Tertekan, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
ESSENSI.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa pagi, 19 Mei 2026. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.728 per dolar AS atau melemah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka turun sekitar 27 poin atau 0,15 persen. Pelemahan tersebut terjadi di tengah tekanan eksternal akibat penguatan dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai kondisi geopolitik dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
“Investor masih khawatir terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama,” kata Ibrahim Assuaibi.
Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi tingginya kebutuhan impor energi serta arus keluar modal asing dari pasar domestik. Kondisi ini membuat permintaan terhadap dolar AS meningkat di pasar valuta asing.
Reuters sebelumnya melaporkan rupiah sempat menyentuh level terendah baru di kisaran Rp17.670 per dolar AS meski Bank Indonesia melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Meski tekanan masih berlangsung, Bank Indonesia disebut terus melakukan langkah stabilisasi di pasar keuangan guna meredam volatilitas rupiah agar tidak bergerak terlalu tajam.

