ESSENSI.ID – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bangka Belitung (UBB) meluncurkan program Kuliah Luar Kampus (KLK) yang berfokus pada pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia usaha sekaligus berkontribusi dalam pengembangan UMKM di daerah.

Peluncuran program berlangsung di Ruang Rapat Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, bersama Wakil Dekan I FEB UBB, Mursyid Hasan Basri.

Acara turut dihadiri Kepala Bidang Pengembangan UKM, dosen FEB UBB, pelaku UMKM Bangka Belitung, serta mahasiswa yang mengikuti program tersebut.

Arie Primajaya mengatakan, Kuliah Luar Kampus merupakan langkah strategis untuk menjembatani dunia akademik dengan dunia usaha.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mendampingi pelaku UMKM akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

“Ini menjadi modal awal kelak saat terjun ke masyarakat. Saat selesai dari kampus, pengalaman ini akan menjadi bekal yang sangat berarti bagi mereka,” ujar Arie.

Ia juga mengapresiasi para pelaku UMKM di Bangka Belitung yang telah membuka ruang belajar bagi mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan di lapangan.

“Terima kasih kepada para pelaku usaha yang telah menyambut hangat mahasiswa. UMKM dapat berbagi pengalaman dan ilmu yang sangat berharga melalui kegiatan Kuliah Luar Kampus ini,” katanya.

Arie menegaskan bahwa sektor UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus penyerap tenaga kerja.

Karena itu, ia berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

“Saya berharap mahasiswa dapat menjadi problem solver bagi berbagai persoalan yang dihadapi UMKM sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UBB, Mursyid Hasan Basri, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan implementasi pembelajaran di luar kampus yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik dunia usaha.

Menurutnya, UMKM menjadi mitra strategis yang mampu menghadirkan pengalaman nyata mengenai dinamika bisnis, khususnya kewirausahaan berbasis potensi lokal di wilayah kepulauan.

“Kami tidak ingin mahasiswa hanya belajar di dalam kampus, tetapi juga memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung di luar kampus,” katanya.

Mursyid menjelaskan, skema pembelajaran luar kampus di FEB UBB terdiri atas empat model, yakni magang, riset, kewirausahaan, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pada program kali ini, pihaknya menerapkan skema kewirausahaan melalui pola bina UMKM.

Berbeda dengan program magang pada umumnya, mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi pelaku usaha sekaligus menawarkan gagasan dan solusi yang dapat diterapkan.

“Kami mengambil pola bina UMKM. Mahasiswa bukan sekadar magang, tetapi ikut mendampingi UMKM sehingga dapat membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi di lapangan,” jelasnya.

Selama program berlangsung, dosen FEB UBB akan mendampingi mahasiswa agar proses diskusi dan pendampingan terhadap pelaku UMKM berjalan optimal.

“Ajak mahasiswa berdiskusi bersama pelaku usaha. Kami para dosen akan terus mendampingi. Harapannya, mahasiswa benar-benar hadir sebagai problem solver bagi UMKM,” tutupnya.