ESSENSI.ID – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Bekasi. Para pedagang elektronik di Pasar Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, mengaku harus menghadapi kenaikan harga barang yang berimbas pada menurunnya minat beli masyarakat serta berkurangnya pendapatan usaha mereka.

Berdasarkan pantauan Essensi.id di kawasan pertokoan elektronik Pasar Cikarang pada Senin (8/6), aktivitas jual beli terlihat belum bergairah. Sejumlah pemilik toko tampak menunggu pembeli karena jumlah pengunjung yang datang berbelanja relatif sedikit.

Salah seorang pedagang elektronik, Oman (49), mengungkapkan bahwa hampir seluruh produk elektronik mengalami penyesuaian harga dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan terjadi pada berbagai jenis barang, mulai dari perangkat elektronik berukuran kecil hingga peralatan rumah tangga.

“Semua elektronik naik, dari yang kecil sampai yang besar. Contohnya TV atau kulkas yang sebelumnya sekitar Rp1,5 juta, sekarang naik menjadi Rp1,65 juta,” ujarnya.

Menurut Oman, kenaikan harga tersebut berasal dari tingkat distributor maupun produsen. Ia menilai tingginya nilai tukar dolar menjadi salah satu penyebab utama yang mendorong peningkatan harga produk elektronik di pasaran.

Situasi ini membuat para pedagang berada dalam posisi yang sulit. Di satu sisi biaya pengadaan barang terus meningkat, sementara di sisi lain kemampuan belanja masyarakat justru mengalami penurunan. Dampaknya, omzet penjualan disebut merosot hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.

“Pendapatan tidak seperti dulu. Biasanya keuntungan bisa stabil di kisaran 35 sampai 45 persen. Sekarang dapat 20 persen saja sudah susah, kalau sampai 30 persen itu juga harus dipaksakan,” katanya.

Untuk menjaga pelanggan tetap berbelanja, para pedagang memilih mengurangi margin keuntungan. Cara tersebut ditempuh agar harga jual tidak terlalu tinggi dan arus perputaran modal usaha tetap berjalan.

Oman berharap pemerintah dapat segera mengambil kebijakan yang mampu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan kembali daya beli masyarakat.

“Harapannya ekonomi bisa stabil lagi, supaya jualan kembali ramai seperti dulu,” tandasnya.