Usai Kabur ke Tambelang, Pelaku Penikaman di Cikarang Kini Diamankan Polisi
ESSENSI.ID – Kasus penikaman yang menewaskan pengamen anak punk berinisial Faisal Anwar (FA) di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, mulai menemukan titik terang.
Terduga pelaku kini telah diamankan polisi setelah sebelumnya sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang usai kejadian.
Kapolsek Cikarang Barat Kompol Dimas Adhit Putranto membenarkan bahwa pelaku saat ini sudah berada di Polsek Cikarang Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Pelaku sudah diamankan di Polsek Cikarang Barat,” ujar Dimas Adhit Putranto, Minggu (28/6).
Ia menjelaskan, pelaku terlebih dahulu memutuskan untuk menyerahkan diri. Setelah menerima informasi tersebut, personel Resmob Polres Metro Bekasi bersama Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat langsung menjemput pelaku untuk diamankan.
“Awalnya menyerahkan diri, kemudian dijemput oleh pihak Resmob Polres Metro Bekasi dan Reskrim Polsek Cikarang Barat,” katanya.
Sebelum menyerahkan diri, pelaku diketahui sempat melarikan diri ke kawasan Tambelang tidak lama setelah insiden penikaman terjadi.
Dalam proses penyelidikan, kepolisian juga tengah menelusuri informasi yang beredar mengenai dugaan adanya barang milik korban yang hilang setelah peristiwa tersebut. Namun, informasi itu masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
“Untuk itu masih kita lakukan pendalaman. Sementara saat ini kami fokus dalam pemeriksaan saksi-saksi dan pihak terkait,” jelas Dimas.
Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari sedikitnya lima orang saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Sementara sudah ada lima orang saksi yang kami periksa,” ucapnya.
Meski pelaku telah diamankan, polisi belum menyimpulkan motif utama di balik aksi penikaman tersebut. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti serta mencocokkan keterangan para saksi sebelum menetapkan latar belakang peristiwa.
“Motifnya masih kita lakukan pendalaman,” tegas Dimas.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Boy Sandi, mengungkapkan bahwa perselisihan antara korban dan pelaku sebenarnya telah berlangsung sejak sehari sebelum kejadian. Berdasarkan informasi yang diterimanya, cekcok bermula di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati sebelum berlanjut hingga ke wilayah Kalijaya.
“Kami juga tidak tahu persis awal kejadiannya. Informasinya mereka sempat cekcok dari sore, lalu menjelang subuh ada warga melapor kepada kami. Saat kami datang ke lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Menurut Boy, korban dan pelaku sama-sama bekerja sebagai pengamen anak punk. Ia menduga perselisihan dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan yang dikenal di lingkungan tersebut.
“Kayaknya sama-sama pengamen. Mungkin ada masalah sedikit. Sepertinya ada motif asmara, barangkali ada rasa cemburu,” katanya.
Korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis. Boy menyebut korban mengalami sekitar lima luka tusuk yang diduga berasal dari senjata tajam jenis pisau.
Perempuan yang diduga menjadi pemicu perselisihan diketahui telah mengontrak rumah di lingkungan tersebut selama kurang lebih delapan bulan. Selama tinggal di lokasi itu, menurut Boy, tidak pernah terjadi persoalan yang menonjol.
“Selama di sini tidak pernah bikin masalah. Paling cekcok biasa dengan teman-temannya. Baru kali ini sampai ada korban meninggal,” tandasnya. (**)

