Warga Kampung Kandang Gereng Gelar Aksi Damai, Desak Audit Seluruh Batching Plant di Cikarang Pusat
ESSENSI.ID – Forum Warga Kampung Kandang Gereng, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, menggelar aksi damai dengan mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi mengaudit seluruh sperusahaan batching plant yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dalam aksinya, warga menilai masih terdapat perusahaan yang diduga belum memenuhi ketentuan perizinan, tata ruang, dan pengelolaan lingkungan. Mereka juga mengeluhkan dampak operasional batching plant, mulai dari debu, kebisingan, lalu lintas kendaraan berat, hingga ceceran beton dari truk mixer yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Melalui aksi tersebut, warga meminta pemerintah melakukan audit menyeluruh, menindak perusahaan yang terbukti melanggar, memperketat pengawasan kendaraan operasional, mewajibkan pembersihan ceceran beton, serta membuka hasil pengawasan kepada publik secara transparan.
Andi Mardani Koordinator aksi menegaskan bahwa warga tidak menolak investasi, namun menginginkan seluruh perusahaan mematuhi aturan dan diperlakukan sama di hadapan hukum.
“Kami mendukung investasi yang taat hukum dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Jika ada dugaan pelanggaran, pemerintah harus berani mengaudit, membuka hasil pemeriksaan secara transparan, dan menindak tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Desa Jayamukti menyatakan telah menindaklanjuti keluhan warga dengan menyampaikan surat kepada pihak perusahaan terkait penanganan debu. Kepala Desa Jayamukti, Iwan atau Iwan Gepeng, mengatakan perusahaan telah merespons dengan melakukan penyiraman jalan tiga kali sehari.
Menurutnya, kewenangan pemerintah desa hanya sebatas proses persetujuan lingkungan, sedangkan perizinan teknis merupakan kewenangan instansi terkait. Pemdes juga berharap perusahaan tetap menjalankan SOP secara konsisten dan membuka ruang dialog agar persoalan dapat diselesaikan secara baik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan batching plant yang menjadi sorotan belum memberikan tanggapan. Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada manajemen perusahaan, namun belum memperoleh respons. Apabila terdapat tanggapan resmi, media ini akan memuatnya pada pemberitaan berikutnya sebagai bentuk keberimbangan informasi.

