Prabowo dan Hisense Group Diskusikan Penguatan Ekosistem Teknologi Nasional
ESSENSI.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan delegasi dari perusahaan teknologi global asal Tiongkok, Hisense Group. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis di sektor teknologi, industri elektronik, serta investasi jangka panjang di Indonesia.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat (15/5/2026), Prabowo turut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Hisense Group.
MoU tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama yang lebih luas, terutama dalam pengembangan teknologi dan penguatan ekosistem industri nasional.
Dorong Transfer Teknologi dan Lapangan Kerja
Pemerintah menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya berfokus pada investasi modal, tetapi juga pada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyambut baik minat Hisense untuk memperkuat kemitraan di Indonesia. Ia menyebut suasana pertemuan berlangsung hangat dan produktif.
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong investasi berkualitas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global.
Penandatanganan Dihadiri Sejumlah Pejabat
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh perwakilan BPI Danantara bersama Chairman Hisense Group, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Beberapa pejabat yang hadir antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta jajaran kementerian terkait lainnya yang ikut mendukung agenda penguatan investasi strategis ini.
Komitmen Kemitraan Jangka Panjang
Melalui kerja sama ini, pemerintah dan Hisense menegaskan komitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Fokus utamanya adalah pengembangan industri berbasis teknologi, peningkatan inovasi, serta penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

