Sosok Haerul Saleh, Pejabat BPK RI yang Wafat dalam Kebakaran di Tanjung Barat
ESSENSI.ID – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Haerul Saleh, meninggal dunia usai insiden kebakaran yang melanda rumah pribadinya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi. Peristiwa tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama kalangan politik dan pemerintahan karena Haerul dikenal aktif di parlemen maupun lembaga negara.
Pria yang akrab disapa Aco itu sempat dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Pasar Minggu untuk mendapatkan penanganan medis. Kebakaran yang terjadi di rumahnya menyebabkan kerusakan di area sekitar 5×10 meter persegi. Sebanyak 12 unit mobil pemadam dengan 48 personel diterjunkan guna memadamkan api.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengaku kehilangan sosok sahabat sekaligus kader Partai Gerindra yang menurutnya dikenal cerdas dan rendah hati. Ia juga mengenang kedekatannya dengan Haerul sejak masa kaderisasi partai menjelang Pemilu 2014.
Haerul Saleh lahir pada 12 Agustus 1981 dan menjabat sebagai Anggota IV BPK RI sejak 19 April 2022. Sebelum bergabung di lembaga auditor negara, ia merupakan politikus Partai Gerindra yang pernah menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara. Saat di parlemen, ia bertugas di Komisi XI yang membidangi sektor keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan nasional.
Selain di Komisi XI, Haerul juga pernah duduk di Badan Legislasi DPR dan Badan Musyawarah DPR. Di dunia usaha, ia diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Kolaka Inti Karya, Direktur Utama Masalle Group, hingga Komisaris Utama PT Kolaka Inti Perkasa.
Dalam struktur partai, Haerul dipercaya sebagai Ketua Bidang Keuangan DPP Gerindra periode 2015–2020. Setelah itu, ia melanjutkan peran sebagai Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi DPP Gerindra sejak 2020.
Dari sisi pendidikan, Haerul menyelesaikan studi hukum di Universitas Satria Makassar pada 2008, lalu melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Ia juga aktif dalam sejumlah organisasi seperti Pemuda Tani Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah, Kadin Sulawesi Tenggara, dan HIPMI Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, pihak kepolisian menyebut Haerul berada di ruang kerja lantai empat saat kebakaran terjadi. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut dan tengah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Laboratorium Forensik Mabes Polri.

