ESSENSI.ID – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap upaya peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Bintara, Bekasi Barat, Jawa Barat.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas menangkap seorang pria berinisial DS (26) yang diduga akan melakukan transaksi sabu dengan modus menyembunyikan barang haram itu di dalam kemasan pakan burung.

Panit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ipda I Nengah Suprata, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan pada Selasa, 30 Juni 2026, setelah kepolisian menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah Bintara.

“Kami dari Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Bintara, Bekasi dengan mengamankan terduga pelaku berinisial DS,” ujar I Nengah Suprata dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Berbekal informasi tersebut, tim operasional kemudian melakukan penyelidikan dan pengawasan di lokasi yang dimaksud. Hasilnya, DS berhasil diamankan ketika diduga hendak melakukan transaksi narkotika.

Saat dilakukan penangkapan, petugas menemukan lima paket sabu dengan berat bruto 27,32 gram. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam sebuah paperbag yang dibuat menyerupai kemasan pakan burung sebagai upaya mengelabui aparat.

Penyelidikan selanjutnya membawa polisi ke sebuah rumah kontrakan di wilayah Bekasi Barat yang diduga digunakan sebagai lokasi penyimpanan narkotika. Dari hasil penggeledahan di tempat tersebut, petugas kembali mengamankan dua plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 10,93 gram.

Selain narkotika jenis sabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa satu unit timbangan digital, tiga bungkus plastik klip kosong, lakban, serta alat hisap yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

“Dengan demikian, total barang bukti sabu yang berhasil diamankan mencapai 38,25 gram bruto,” jelas Ipda I Nengah Suprata.

Saat ini, DS bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain atau jaringan yang terlibat dalam peredaran narkotika itu.