Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Polisi Dalami Keterangan 39 Saksi
ESSENSI.ID – Polda Metro Jaya terus mendalami penyebab kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Hingga kini, sebanyak 39 saksi telah diperiksa untuk mengungkap rangkaian peristiwa dalam insiden yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pemeriksaan saksi masih terus dilakukan, termasuk terhadap sejumlah pihak yang berkaitan langsung dengan operasional perkeretaapian.
“Pemeriksaan saksi akan terus dilakukan, termasuk pemanggilan saksi ahli dari laboratorium forensik,” ujar Budi Hermanto.
Selain saksi dari pihak perkeretaapian, penyidik juga memeriksa korban, warga sekitar lokasi kejadian, pengemudi taksi daring, hingga sejumlah petugas terkait perjalanan kereta.
Polisi juga melakukan langkah lanjutan berupa klarifikasi tambahan terhadap saksi, koordinasi dengan instansi terkait, penyitaan barang bukti, hingga pembuatan sketsa tempat kejadian perkara guna memperjelas kronologi kecelakaan.
Dalam pengembangan penyidikan, sejumlah pihak dari instansi pemerintah dan sektor transportasi juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan. Beberapa di antaranya berasal dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, dinas tata ruang, hingga pihak perusahaan taksi daring yang diduga berkaitan dengan rangkaian awal kejadian.
Sebelumnya, kecelakaan maut itu terjadi setelah sebuah taksi diduga tertabrak KRL di perlintasan dekat Bekasi Timur. Insiden tersebut menyebabkan gangguan perjalanan kereta hingga akhirnya KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti.
Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan korban meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dan analisis forensik untuk memastikan penyebab utama kecelakaan. (red)

