ESSENSI.ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar non-subsidi kembali memberikan tekanan pada pasar otomotif, khususnya segmen mobil bermesin diesel. Kondisi ini berdampak langsung pada melemahnya minat pembelian serta turunnya aktivitas jual beli kendaraan diesel di pasar.

Sejumlah pelaku industri otomotif menyebut, lonjakan harga solar membuat biaya operasional kendaraan diesel meningkat signifikan. Hal ini pada akhirnya memengaruhi keputusan konsumen yang kini lebih berhati-hati dalam memilih kendaraan berbahan bakar diesel.

Tidak hanya itu, pasar mobil bekas diesel juga ikut terdampak. Stok unit di sejumlah diler dilaporkan meningkat karena banyak pemilik kendaraan memilih melepas mobilnya untuk menghindari beban biaya bahan bakar yang semakin tinggi. Di sisi lain, permintaan justru cenderung melemah.

Para pelaku usaha menilai kondisi ini terjadi seiring dengan tren kenaikan harga BBM non-subsidi yang terus berlanjut dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya, harga jual mobil diesel di pasar sekunder ikut tertekan.

Sejumlah analis otomotif menilai, jika harga solar non-subsidi terus bertahan tinggi, maka tekanan terhadap pasar mobil diesel berpotensi semakin dalam, baik pada segmen mobil baru maupun bekas.