DPRD Bekasi Dukung Transformasi Sampah Burangkeng Jadi Energi Alternatif
ESSENSI.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama DPRD Kabupaten Bekasi menyetujui kerja sama pengelolaan sampah dengan PT Asiana Technologies Lestary. Kesepakatan tersebut disahkan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (4/5) petang, yang berfokus pada pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif untuk industri.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan potensi pendapatan daerah melalui skema sewa lahan kepada pihak swasta.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu strategis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat.
“DPRD pada prinsipnya memberikan dukungan terhadap rencana kerja sama pengelolaan sampah sepanjang seluruh proses dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta prosedur yang berlaku,” kata Ridwan Arifin di Cikarang Pusat, Selasa (5/5).
Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian, transparansi, serta penyelesaian aspek teknis dan legal dalam pelaksanaan kerja sama tersebut.
“Mudah-mudahan ini menjadi buah dari mimpi kita bersama bahwa sampah di Kabupaten Bekasi telah mendapatkan secercah solusi,” tambahnya.
Ridwan juga berharap solusi pengelolaan sampah tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau pedesaan.
“Ini tentunya menjadi sebuah prestasi buat kita semua, khususnya Plt Bupati Bekasi bahwa pada pemerintahannya persoalan sampah bisa selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyambut baik keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung energi ramah lingkungan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi I dan seluruh pihak terkait. Dengan adanya kerjasama ini, dalam waktu lima tahun ke depan, kita optimis tumpukan sampah yang menggunung di TPA Burangkeng akan seluas lapangan sepak bola, tidak ada gunungnya lagi,” kata dia. (red)

