Danilla Riyadi Akui Stres Jadi Musisi Independen, Sampai Tak Punya Ruang untuk Berkarya
ESSENSI.ID – Penyanyi dan penulis lagu Danilla Riyadi mengungkap sisi lain dari perjalanan kariernya sebagai musisi independen. Selama beberapa tahun terakhir, Danilla memilih menjalankan aktivitas bermusiknya tanpa manajer maupun manajemen profesional, sehingga berbagai urusan operasional harus ditangani sendiri bersama tim kecil yang mendampinginya.
Cerita tersebut disampaikan Danilla saat menjadi bintang tamu dalam siniar Shindu’s Scoop. Ia mengaku dalam dua tahun terakhir mulai lebih banyak memikirkan aspek bisnis dan perhitungan finansial dibandingkan proses kreatif yang selama ini menjadi fokus utamanya sebagai musisi.
“Let’s say dua tahun atau lebih, gua banyak mikirin numbers karena secara tidak langsung di Danilla itu kan kita ngerjain semuanya sendiri Kayak, ya udah nih kita mau rilis album, ngapain aja ya kita kerjain semua sendiri dan bahkan kita tuh sempat berapa tahun tidak ada manajer juga. Sampai sekarang juga belum ada,” ujar Danilla.
Menurut pelantun lagu “Senja di Ambang Pilu” tersebut, kondisi itu membuat perannya berkembang jauh melampaui tugas seorang penyanyi dan pencipta lagu. Selain berkarya, ia juga harus terlibat dalam berbagai urusan bisnis, mulai dari strategi pemasaran hingga evaluasi pendapatan.
“Jadi di sisi lain tuh porsi gue yang harusnya ngerjain lagu doang, gue juga harus mikirin marketing-nya. Sampai gue enggak punya space lagi buat mikirin, ‘Gue mau bikin musik apa ya? Hati gue mau ngeluarin apa ya?’ Karena yang gue pikirin adalah Danilla akan bikin apa, terus kalau manggung kayak gimana, evaluasi penghasilan, dan segala macam,” lanjutnya.
Tak hanya Danilla, situasi serupa juga dialami orang-orang yang selama ini bekerja bersamanya. Produser sekaligus rekan kreatifnya, Lafa Pratomo, hingga para personel band ikut mengambil peran di luar bidang utama mereka demi memastikan seluruh roda operasional tetap berjalan.
“Itu sudah pekerjaan yang jauh di luar ranah kreatif. Ketika gue sudah terjun bukan cuma sebagai artis, tapi juga manajer. Bahkan Lafa dan pemain band gue juga jadi manajer. Kita semua ambruk di situ jadi manajer. Dan ternyata, wah, kita kuat cuma beberapa tahun doang ya kayak gini,” tuturnya sambil tertawa.
Tekanan Bisnis Pengaruhi Cara Pandang Bermusik
Awalnya, Danilla mengira beban administratif dan bisnis tidak akan memengaruhi proses kreatifnya. Namun seiring waktu, ia menyadari tekanan tersebut perlahan mengubah cara pandangnya terhadap industri musik.
“Karena itu, ternyata gue pikir nggak mempengaruhi ya, tapi ternyata mempengaruhi lagi. Bukan dari cara gue bikin lagu, tapi dari cara gue berpikir tentang industri musik jadinya,” ujarnya.
Musisi berusia 36 tahun itu mengaku sempat mengalami stres karena hampir setiap hari harus berhadapan dengan berbagai urusan non-kreatif yang menyita perhatian dan energinya.
“Gue stres, sumpah. Lo bangun tidur, padahal tiba-tiba ada ide, ‘Anjir gue pengin dengerin musik ah.’ Atau, ‘Seru nih bikin musik kayak gini.’ Tapi begitu buka WhatsApp, yang muncul malah urusan kontrak, kerjaan lain, strategi promosi, lagu ini ditaruh di mana, marketing-nya bagaimana,” ungkapnya.
Akibatnya, berbagai ide yang muncul untuk pengembangan musik kerap harus tertunda karena tergeser oleh kebutuhan operasional yang lebih mendesak.
“Gue enggak mungkin mikirin aransemen pakai saksofon atau hal-hal kreatif lain. Yang gue pikirin malah transportasi anak-anak band, logistik, dan segala macam. Bahkan tim dokumentasi juga ikut mikir, ‘Ci, gue sudah riset nih. Di media sosial lagi tren begini. Ada enggak yang bisa kita adaptasi buat konten kita?’ Jadi semua orang akhirnya ikut mikirin hal-hal itu,” tutup Danilla.
Meski menghadapi berbagai tantangan sebagai musisi independen, Danilla tetap produktif berkarya. Baru-baru ini ia merilis album studio penuh keempat bertajuk “Candramawa”, yang berisi delapan lagu dan mengangkat perjalanan seseorang dalam menghadapi luka serta ketakutan masa lalu hingga akhirnya mampu berdamai dengannya.
Album tersebut kini telah tersedia dan dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital.

