Pelaku Usaha Cikarang Plaza Tolak Sistem Parkir Baru dan Pertanyakan Keberadaan Paguyuban
ESSENSI.ID – Penolakan terhadap rencana penerapan sistem parkir berbayar di kawasan Cikarang Plaza semakin menguat di kalangan pemilik dan penyewa ruko. Selain menolak kebijakan tersebut, para pelaku usaha juga secara terbuka mempertanyakan keberadaan Paguyuban Pemilik dan Penyewa Ruko Cikarang Plaza (P3RCP) yang dinilai tidak mewakili seluruh pelaku usaha di kawasan tersebut.
Sejak awal Juni 2026, para pemilik dan penyewa ruko melakukan pengumpulan tanda tangan sebagai bentuk sikap bersama penolakan terhadap sistem parkir baru. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap penurunan jumlah pengunjung serta mengganggu aktivitas usaha di kawasan pertokoan.
Sejumlah pelaku usaha menegaskan bahwa penolakan ini muncul karena sistem parkir berbayar dinilai belum melalui pembahasan yang cukup dan tidak melibatkan seluruh pihak yang terdampak secara langsung.
“Kami menolak sistem parkir berbayar karena dampaknya langsung ke usaha. Ini harus dikaji ulang dan tidak bisa diputuskan tanpa keterlibatan semua pihak,” ujar Dadang kepada Essensi.id, Selasa (2/6/26).
Selain menolak kebijakan parkir, para pelaku usaha juga mempertanyakan legitimasi dan peran Paguyuban Pemilik dan Penyewa Ruko Cikarang Plaza (P3RCP).
Mereka menyebutkan bahwa sebagian besar pemilik dan penyewa ruko tidak tergabung dalam paguyuban tersebut, sehingga dinilai tidak dapat sepenuhnya mengatasnamakan seluruh pelaku usaha di kawasan itu.
Kondisi ini membuat sebagian pelaku usaha menilai bahwa keberadaan paguyuban tidak representatif dalam menyerap dan menyampaikan aspirasi seluruh pemilik serta penyewa ruko.
“Kami mayoritas bukan anggota paguyuban, jadi tidak bisa disebut itu mewakili semua. Aspirasi harus langsung dari seluruh pelaku usaha,” tambah Dadang.
Para pelaku usaha berharap adanya mekanisme komunikasi yang lebih terbuka dan inklusif, sehingga setiap kebijakan yang berdampak pada aktivitas usaha dapat dibahas secara langsung dengan seluruh pihak tanpa melalui perwakilan yang dinilai tidak menyeluruh.
Penandatanganan Penolakan


Hingga kini, pengumpulan tanda tangan penolakan masih terus berlangsung dan mendapat dukungan dari banyak pelaku usaha di Cikarang Plaza.
Surat pernyataan sikap tersebut akan kembali diajukan sebagai bentuk penegasan penolakan terhadap sistem parkir berbayar sekaligus keberadaan paguyuban yang dinilai tidak representatif. (red)

