ESSENSI.ID – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai monkey malaria atau malaria knowlesi yang mulai ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia. Penyakit tersebut merupakan malaria yang ditularkan dari monyet ke manusia melalui gigitan nyamuk.

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropik IDAI, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis menjelaskan monkey malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi yang secara alami banyak ditemukan pada monyet ekor panjang dan beruk.

“Monkey malaria atau malaria knowlesi disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi,” ujar dr. Inke dalam sebuah webinar kesehatan.

Ia menjelaskan penularan terjadi melalui nyamuk Anopheles yang sebelumnya menggigit monyet terinfeksi lalu menggigit manusia. Berbeda dengan malaria biasa yang dapat menyebar antarmanusia, malaria knowlesi berasal dari hewan atau zoonosis.

Kasus monkey malaria dilaporkan telah ditemukan di Indonesia, salah satunya di Aceh Jaya dengan sekitar 30 kasus hingga April 2026. Sementara di Malaysia, tercatat ratusan kasus dengan satu laporan kematian.

Menurut IDAI, meningkatnya interaksi manusia dengan habitat satwa liar akibat deforestasi dan alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor yang memicu risiko penularan penyakit tersebut. Aktivitas seperti bekerja di kebun, kawasan hutan, hingga penebangan kayu dinilai meningkatkan potensi paparan.

Gejala monkey malaria umumnya mirip malaria biasa, seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan diare. Namun, parasit Plasmodium knowlesi memiliki siklus perkembangan cepat sehingga kondisi pasien dapat memburuk dalam waktu singkat apabila tidak segera ditangani.

Meski demikian, IDAI menyebut risiko penularan di wilayah perkotaan relatif rendah karena nyamuk pembawa parasit tersebut umumnya tidak ditemukan di area kota.