ESSENSI.ID – SMK Letris Indonesia Pamulang, Tangerang Selatan, tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan kasus child grooming yang melibatkan kepala sekolah. Kasus tersebut viral di media sosial usai sejumlah unggahan berisi tangkapan layar percakapan hingga foto kedekatan dengan siswi beredar luas.

Informasi mengenai dugaan tersebut ramai dibicarakan setelah akun media sosial X mengunggah sejumlah bukti percakapan bernada personal yang diduga melibatkan kepala sekolah dengan murid perempuan. Dugaan hubungan khusus itu kemudian memicu kecaman dari warganet karena dinilai melanggar etika pendidik.

Sejumlah siswa menyebut isu kedekatan kepala sekolah dengan siswi sebenarnya telah lama terdengar di lingkungan sekolah. Namun, kasus tersebut baru ramai diperbincangkan secara terbuka setelah kegiatan pelepasan siswa kelas XII beberapa waktu lalu.

Pihak yayasan dan manajemen sekolah akhirnya mengambil langkah dengan menonaktifkan sementara kepala sekolah yang bersangkutan guna mendukung proses investigasi internal.

“Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya,” tulis pihak sekolah dalam pernyataan resminya.

Yayasan juga menyatakan telah membentuk tim khusus untuk mendalami dugaan pelanggaran tersebut. Investigasi disebut akan dilakukan secara menyeluruh sesuai aturan hukum dan kode etik pendidikan yang berlaku.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepala sekolah yang bersangkutan terkait tudingan yang beredar di media sosial.