Ketika Film Lebih Menakutkan dari Diskusi: Kasus “Pesta Babi” di Unram
ESSENSI.ID – Pemutaran film dokumenter berjudul “Pesta Babi” di lingkungan Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, dibubarkan pihak kampus saat hendak digelar. Kejadian ini memicu reaksi keras dari mahasiswa yang menilai kampus telah membatasi ruang diskusi publik.
Film tersebut sedianya akan diputar dalam kegiatan nonton bareng (nobar) yang diinisiasi mahasiswa. Namun sebelum pemutaran berlangsung, pihak kampus bersama petugas keamanan menghentikan kegiatan tersebut dengan alasan menjaga kondusivitas lingkungan akademik.
Film “Pesta Babi” sendiri merupakan karya dokumenter yang mengangkat isu-isu sosial di Papua, termasuk konflik agraria, dampak pembangunan berskala besar, hingga persoalan hak masyarakat adat atas tanah dan ruang hidup mereka. Film ini juga menyoroti ketegangan antara masyarakat lokal dengan berbagai proyek pembangunan yang masuk ke wilayah adat.
Pemutaran film yang dibatalkan tersebut sebelumnya telah menarik perhatian sejumlah mahasiswa dan komunitas kampus karena dinilai sebagai ruang pembelajaran kritis. Namun pembubaran kegiatan justru memicu kekecewaan dan kemarahan dari pihak mahasiswa yang menganggap kampus seharusnya menjadi ruang bebas untuk berdiskusi.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak universitas terkait alasan detail pembubaran kegiatan tersebut. Sementara itu, mahasiswa menyatakan akan tetap melanjutkan diskusi terkait isu yang diangkat dalam film di luar lingkungan kampus.

