Warga Diminta Waspada Penipuan Mengatasnamakan Layanan Haji dan Umrah
ESSENSI.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bekasi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan haji dan umrah.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Bekasi, Hilman Hakim, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memiliki layanan call center resmi. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pesan maupun panggilan telepon yang mengatasnamakan Kemenhaj Kabupaten Bekasi.
“Perlu diketahui, hingga saat ini belum ada call center resmi dari Kemenhaj Kabupaten Bekasi. Jadi jangan mudah percaya apabila masyarakat menerima pesan atau telepon yang mengatasnamakan kantor Kemenhaj Kabupaten Bekasi, itu dapat dipastikan adalah penipuan,” kata Hilman, Rabu (20/5).
Menurut Hilman, pelaku penipuan memanfaatkan kurangnya pemahaman masyarakat terkait prosedur keberangkatan haji dan umrah. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari pesan singkat, tautan tidak resmi, hingga permintaan data pribadi yang berpotensi disalahgunakan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan data pribadi kepada pihak yang mencurigakan dan tidak jelas identitasnya,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenhaj Kabupaten Bekasi terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai prosedur resmi layanan haji dan umrah agar masyarakat dapat membedakan informasi resmi dan informasi palsu.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan selektif dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya sehingga dapat terhindar dari praktik penipuan,” tegas Hilman.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan layanan Kemenhaj. Warga diminta melakukan konfirmasi langsung ke kantor Kemenhaj Kabupaten Bekasi jika menerima informasi mencurigakan.
“Jika ada indikasi yang mencurigakan seperti itu, silakan konfirmasi langsung ke kantor kami (Kemenhaj Kabupaten Bekasi),” pungkasnya.

