ESSENSI.ID – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meminta para Bobotoh tidak melakukan aksi sweeping kendaraan berpelat B saat konvoi Persib Bandung akhir pekan ini.

Konvoi kemenangan rencananya digelar apabila Persib Bandung berhasil mengalahkan Persijap Jepara pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026).

Erwan mengingatkan masyarakat dan para pendukung Persib agar merayakan euforia juara dengan tertib serta tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia meminta perayaan dilakukan dengan penuh rasa syukur tanpa aksi anarkis di jalanan.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Bandung dan Jawa Barat para bobotoh dimana pun berada kita syukuri Persib juara ini dengan penuh suka cita, dengan dengan rasa syukur, tidak ada aksi aksi yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain,” kata Erwan, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, apabila Persib berhasil memastikan gelar juara, maka fokus utama perayaan seharusnya diarahkan pada kebahagiaan bersama, bukan pelampiasan emosi di jalan.

“Kita sudah insyaallah juara, tinggal syukuri jangan sampai ada perusakan, tidak ada lagi aksi aksi sweeping,” tegasnya.

Erwan secara khusus menyoroti potensi sweeping kendaraan berpelat luar daerah yang kerap muncul saat euforia sepak bola. Ia meminta tidak ada tindakan menghentikan ataupun merusak kendaraan hanya karena menggunakan pelat nomor tertentu.

“Persaingan hanya 90 menit di lapangan. Jadi jangan ada aksi sweeping kendaraan, perusakan kendaraan di jalanan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menghakimi pengguna kendaraan berpelat B. Menurutnya, banyak warga Bandung yang menggunakan kendaraan bernomor polisi Jakarta.

“Karena belum tentu yang menggunakan kendaraan plat luar Bandung ini mereka bukan orang Bandung, banyak orang Bandung saya juga punya plat B,” katanya.

Erwan menegaskan tindakan anarkis terhadap kendaraan karena identitas pelat nomor tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

“Jadi jangan berbuat anarkis, mungkin saja itu saudara kita. Karena melihat plat B, dipukul kacanya atau ditendang,” lanjutnya.

Bahkan jika ada warga luar daerah yang datang ke Bandung saat perayaan berlangsung, Erwan meminta masyarakat tetap bersikap sebagai tuan rumah yang baik.

“Sekalipun warga Jakarta yang datang ke sini ya mereka kan tamu, jadi kita sebagai tuan rumah harus menyambut mereka, harus berbuat baik kepada tamu. Belum tentu mereka juga pendukung timnya di sana. Banyak orang Jakarta juga yang menjadi bobotoh yang yang mendukung Persib,” ucapnya.

“Jadi tolonglah kita jaga kekondusifan Jawa Barat ini dengan sebaiknya,” tutup Erwan.