Viral Tawuran Salah Sasaran di Karawang, Pelaku Bersenjata Celurit Ditangkap
ESSENSI.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karawang melalui Unit Resmob Jatanras berhasil mengungkap kasus tawuran yang disertai pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penganiayaan di wilayah Kabupaten Karawang.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah rekaman aksinya beredar luas di media sosial.
“Menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait video viral aksi kelompok remaja bersenjata tajam di wilayah Klari, petugas langsung melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, satu orang pelaku berhasil kami tangkap,” kata Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan di Karawang, Selasa (16/6).
Pelaku yang berhasil diamankan berinisial AHS (21), warga Dusun Krajan II, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Ia ditangkap petugas pada Jumat (12/6) sekitar pukul 14.30 WIB saat berada di Kantor Security Mall KCP Karawang.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui keterlibatannya dalam aksi penyerangan tersebut, termasuk membawa senjata tajam saat kejadian berlangsung.
“Saat diinterogasi petugas, AHS mengakui seluruh perbuatannya. Yang bersangkutan juga mengakui dirinya membawa celurit saat aksi penyerangan yang dilakukan bersama rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran,” kata Cep.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit yang diduga digunakan saat melakukan penyerangan terhadap korban. Saat ini, pelaku telah ditahan di Mapolres Karawang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Selain itu, kepolisian masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa itu terjadi di depan sebuah warung Madura di Dusun Cirejag, Desa Blendung, Kecamatan Klari, pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 03.30 WIB.
Kejadian bermula ketika dua remaja sedang berada di lokasi. Tak lama kemudian, mereka didatangi sekelompok pemuda bermotor yang diduga hendak melakukan tawuran. Namun, kelompok tersebut salah sasaran dan mengira kedua remaja itu merupakan anggota kelompok lawan.
“Kedua korban yang tidak mengetahui apa-apa langsung menjadi sasaran intimidasi dan pemukulan. Dalam rekaman CCTV terlihat beberapa pelaku membawa senjata tajam saat melakukan penyerangan,” kata Cep.
Dalam situasi tersebut, salah satu korban berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam warung Madura. Pedagang yang berada di lokasi sempat berupaya mencegah para pelaku masuk ke tokonya.
Meski gagal mengejar korban yang bersembunyi, kelompok pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor milik kedua korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk menangkap pelaku lain yang hingga kini masih berstatus buronan.

