MUI Kabupaten Bekasi Soroti Fenomena Pocong Jadi-jadian yang Viral di Media Sosial
ESSENSI.ID – Fenomena teror pocong yang ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak langsung mempercayai berbagai informasi yang beredar terkait isu tersebut.
Ketua MUI Kabupaten Bekasi, KH Prof Mahmud, mengajak warga untuk bersikap bijaksana dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi isu pocong jadi-jadian yang belakangan viral.
“Menghadapi isu pocong yang sedang marak saat ini, sebaiknya perlu arif dan waspada dalam menyikapinya,” ujar Prof Mahmud, Minggu (24/5).
Ia menegaskan pentingnya tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya, khususnya jika kabar tersebut berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya mudah percaya terhadap isu yang berkembang, terlebih dalam ajaran Islam tidak dikenal adanya orang meninggal yang kembali bergentayangan.
“Dalam perspektif agama Islam, setiap berita perlu diverifikasi kebenarannya sebelum disebarkan. Terlebih jika berita tersebut dapat menimbulkan keresahan, merugikan, atau memfitnah pihak lain,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari aparat keamanan, lanjut dia, fenomena pocong jadi-jadian yang sedang viral terbagi dalam dua bentuk. Pertama, modus kejahatan dengan menggunakan kostum pocong untuk menebar teror. Kedua, aksi pembuatan konten media sosial demi mencari perhatian yang justru memicu keresahan warga.
“Kedua tindakan ini tidak dibenarkan dalam agama karena menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” jelasnya.
MUI Kabupaten Bekasi juga menilai aksi membuat konten menyerupai pocong untuk menakut-nakuti masyarakat merupakan tindakan yang tidak dibenarkan dan hukumnya haram.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta tidak panik apabila menemukan sosok pocong di lingkungan sekitar dan segera melapor kepada aparat keamanan.
“Jika ada pocong, jangan terpancing. Segera hubungi aparat keamanan terdekat melalui telepon dan jangan membuka pintu rumah. Mari kita hidupkan kembali tradisi siskamling untuk menjaga keamanan lingkungan,” pesannya. (red)

