ESSENSI.ID – Gelombang protes masyarakat terkait beredarnya video asusila sesama jenis di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Karawang mencapai puncaknya pada Rabu (10/6/2026).

Aliansi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam bersama sejumlah organisasi kepemudaan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dan Gedung DPRD Kabupaten Karawang.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai atribut dan spanduk bertuliskan “Apel Akbar: Selamatkan Generasi Muda, Tutup Permanen Theater Night Mart Karawang”. Mereka mendesak pemerintah daerah mengambil langkah tegas agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Menanggapi aspirasi massa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan hingga penguatan ketahanan keluarga.

“Kami akan mencoba membuat materi-materi edukasi agar anak penerus bangsa di Karawang ini tidak tercemar oleh perilaku menyimpang. Pernyataan sikap untuk mendorong penutupan permanen, pencabutan izin operasional, serta pencegahan terkait perilaku menyimpang LGBT akan kami susun dan tindak lanjuti,” ujar Ridwan di hadapan massa aksi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, yang turut menemui peserta aksi dari atas mobil komando, menyampaikan dukungan terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia menyatakan DPRD Karawang akan mendorong pembentukan regulasi yang mengatur persoalan tersebut di tingkat daerah.

“DPRD Kabupaten Karawang mendorong pemerintah daerah untuk secara cepat membuat peraturan terkait larangan LGBT di Kabupaten Karawang. Kemudian DPRD akan melakukan pembahasan berkaitan membuat naskah akademik dalam rangka membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan LGBT di Kabupaten Karawang, itu mutlak!” tegas Endang disambut takbir dan sorak setuju dari para demonstran.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Demonstrasi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus respons atas beredarnya video yang memicu perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

Selain menuntut penutupan permanen tempat hiburan malam yang menjadi sorotan, massa juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.